Kebakaran lahan di kompleks Jakabaring Sport City, Palembang, sempat menimbulkan kekhawatiran serius terhadap instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS di lokasi itu. Peristiwa terjadi Selasa malam, 8 September 2026, dan berlangsung hingga dini hari. Fokus utama petugas saat itu adalah mencegah api menjalar ke panel surya yang menjadi bagian penting pasokan listrik kawasan olahraga tersebut.
Bagi pembaca di Tanjung Redeb dan Kabupaten Berau, berita ini relevan sebagai pengingat. Infrastruktur energi terbarukan di mana pun, termasuk di Kalimantan Timur, membutuhkan proteksi lahan yang ketat agar investasi hijau tidak terganggu kebakaran semak atau rumput kering.
Lokasi dan Waktu Kejadian di Jakabaring
Api muncul di area lahan di dalam kompleks Jakabaring Sport City. Kawasan ini dikenal sebagai pusat olahraga dan fasilitas publik Palembang. Keberadaan PLTS di situ menjadikannya titik kritis. Ketika api menyala malam hari, jarak ke instalasi panel menjadi perhatian utama petugas lapangan.
Menurut laporan yang beredar, kebakaran tidak langsung padam dalam hitungan jam. Api bertahan hingga dini hari berikutnya. Kondisi angin malam dan material lahan yang mudah terbakar memperpanjang upaya pemadaman. Tidak ada laporan korban jiwa yang disebutkan dalam informasi awal.
Tim Gabungan BPBD dan Damkarnat Bergerak Cepat
Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang. Koordinasi antartim mempercepat penyemprotan dan pembatasan area terbakar. Prioritas mereka jelas: menjauhkan api dari deretan panel surya PLTS.
Kehadiran dua instansi sekaligus menunjukkan tingkat kewaspadaan tinggi terhadap risiko infrastruktur strategis. Peralatan standar pemadam dan personel yang cukup membuat api akhirnya dapat dikendalikan sebelum merambah lebih luas ke fasilitas lain di dalam kompleks olahraga.
- BPBD Sumatera Selatan berperan dalam koordinasi tanggap darurat.
- Damkarnat Kota Palembang fokus pada pemadaman langsung di lapangan.
- Sasaran utama: melindungi panel dan instalasi PLTS.
Panel Surya PLTS Tidak Rusak
Hasil pemadaman memastikan instalasi PLTS tidak hangus. Panel surya tetap utuh dan tidak terdampak api. Informasi ini penting karena kerusakan panel bisa berujung pada gangguan pasokan listrik serta biaya perbaikan yang tidak kecil. Keberhasilan menahan api di garis aman menjadi berita lega bagi pengelola kawasan.
PLTS di lingkungan olahraga seperti Jakabaring biasanya mendukung kebutuhan listrik operasional stadion, pencahayaan, dan fasilitas pendukung. Menjaga aset tersebut berarti menjaga kelangsungan kegiatan olahraga dan event yang rutin digelar di sana.
Pelajaran Mitigasi untuk Daerah Lain, Termasuk Berau
Kejadian di Palembang memberi catatan bagi daerah lain yang mengembangkan energi surya. Di Kalimantan Timur, termasuk wilayah sekitar Tanjung Redeb, lahan terbuka dan musim kemarau sering meningkatkan risiko kebakaran. Pengelola PLTS dan pemerintah daerah perlu memastikan jalur sekat bakar, pemantauan rutin, serta prosedur tanggap cepat sudah teruji.
Pembersihan semak, pemasangan sensor asap atau kamera perimeter, serta latihan bersama BPBD setempat dapat mengurangi peluang api mendekati panel. Investasi energi bersih hanya bermanfaat jika fisik instalasinya terlindungi dari ancaman sederhana seperti api liar.
Secara keseluruhan, respons petugas di Jakabaring menunjukkan bahwa koordinasi cepat mampu menyelamatkan aset strategis. Masyarakat dan pengelola fasilitas diminta tetap waspada terhadap pembakaran lahan liar, terutama di musim kering. Pemantauan pascakejadian juga diperlukan agar titik panas tidak muncul kembali di area yang sama.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya integrasi penanggulangan bencana dengan perlindungan infrastruktur energi terbarukan. Tanpa mitigasi yang rapi, potensi gangguan operasional bisa berulang di lokasi serupa di berbagai kota Indonesia.
Sumber: Okezone.
