Kabupaten Berau dan warga Tanjung Redeb yang mengikuti dunia hiburan nasional kembali disorot oleh berita dari ibu kota. Dua lampu penerangan di makam musisi Vidi Aldiano dilaporkan hilang dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Petugas setempat menilai pelaku bukan pemulung, melainkan kemungkinan peziarah atau penggemar yang ingin memiliki kenang-kenangan dari pusara sang artis.
Peristiwa itu menjadi perbincangan setelah keterangan petugas TPU dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi pada Jumat, 11 September 2026. Fokus utama pemberitaan bukan hanya barang yang raib, melainkan siapa yang diduga berani mengambil fasilitas di area makam yang relatif diawasi.
Lokasi kejadian dan barang yang hilang
Pusara mendiang Vidi Aldiano berada di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Di lokasi itu, dua unit lampu penerangan yang dipasang di area makam tidak lagi ditemukan. Fasilitas tersebut berfungsi menandai dan menerangi pusara, sehingga kehilangannya langsung menarik perhatian petugas maupun peziarah lain.
Hingga keterangan petugas disampaikan ke publik, belum ada pengumuman resmi soal penangkapan pelaku atau temuan barang. Yang ditegaskan petugas adalah penilaian awal mengenai profil orang yang mungkin mengambil lampu tersebut, berdasarkan kondisi keamanan kawasan pemakaman.
Alasan petugas menepis dugaan pemulung
Menurut salah satu petugas TPU, kawasan pemakaman cukup terjaga. Ia menilai kecil kemungkinan pemulung dari luar nekat masuk dan mengambil barang di atas makam. “Kalau dikatanya ngambil pemulung, enggak, enggak mungkin, pemulung mah nggak bakal berani ke sini. Ya kemungkinan ada yang kepengin punya Vidi, ziarah-ziarah juga kemungkinan, tapi nggak tahu juga dah,” ujar petugas itu sebagaimana dikutip Intens Investigasi.
Penilaian itu menempatkan peziarah atau oknum penggemar sebagai dugaan yang lebih masuk akal di mata petugas lapangan. Dugaan tersebut masih berupa asumsi petugas, bukan vonis hukum, dan belum dilengkapi data pelaku yang dipublikasikan secara rinci dalam sumber berita.
Popularitas almarhum dan motif yang digambarkan petugas
Vidi Aldiano dikenal luas sebagai musisi yang dekat dengan penggemar. Petugas mengaitkan banyaknya penggemar dengan kemungkinan seseorang ingin “memiliki” sesuatu yang berhubungan dengan mendiang. “Karena mah Vidi mah ini orang banyak fans-nya kali, ya? Kepengin apa pengin punya Vidi, cakep mungkin,” sambung petugas tersebut.
Bagi pembaca di Tanjung Redeb dan wilayah Berau, kisah ini mengingatkan bahwa berita hiburan nasional sering menyentuh ranah privat keluarga artis, termasuk urusan makam. Tanpa membenarkan tindakan mengambil barang di TPU, petugas justru menyoroti sisi emosional penggemar sebagai latar dugaan mereka.
Respons ayah mendiang yang penuh keikhlasan
Ketika kabar hilangnya lampu disampaikan kepada keluarga, ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, tidak memperlihatkan kemarahan. Ia justru merespons dengan nada bercanda dan sikap ikhlas. Sikap itu menjadi sorotan tersendiri karena berbeda dari reaksi marah yang sering diharapkan publik saat mendengar soal kehilangan di makam.
Keluarga belum diuraikan secara panjang dalam keterangan yang sama soal langkah hukum atau penggantian fasilitas. Yang tercatat jelas adalah nada tenang Harry Kiss saat menerima laporan, sehingga isu ini tidak digiring ke arah konflik terbuka antara keluarga dan penggemar.
Makna berita ini bagi publik daerah
Bagi audiens Media Berau, laporan dari TPU Tanah Kusir menegaskan pentingnya menghormati area pemakaman, terlepas dari popularitas tokoh yang dimakamkan. Mengambil fasilitas makam, apa pun motifnya, tetap merugikan pengelola TPU dan dapat menyinggung keluarga.
Secara ringkas, dua lampu di pusara Vidi Aldiano hilang; petugas menduga peziarah atau penggemar, bukan pemulung; dan ayah mendiang merespons dengan keikhlasan. Publik di Kalimantan Timur dapat mengikuti perkembangan resmi dari keluarga atau pengelola TPU tanpa menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi.
Penghormatan kepada mendiang dan ketenangan keluarga seyogianya menjadi prioritas, baik bagi peziarah di Jakarta maupun penggemar yang mengikuti kabar ini dari Tanjung Redeb dan sekitarnya.
Sumber: Sindo News.
