Kegiatan lari amal Shiratha di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2026), menarik perhatian publik yang peduli pelestarian jejak tokoh ulama nasional. Sekitar 600 peserta mengikuti Charity Fun Run for Buya Hamka sekaligus menggalang dukungan untuk restorasi Kampung Buya Hamka. Bagi pembaca di Tanjung Redeb dan wilayah Berau, kisah pemugaran kampung kelahiran tokoh besar Islam ini relevan sebagai pengingat pentingnya merawat warisan sejarah keagamaan di tanah air.
Gelaran di GBK dan tujuan penggalangan dana
Acara berlangsung di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Shiratha mengemas kegiatan olahraga ringan menjadi sarana amal yang terbuka bagi masyarakat luas. Partisipasi peserta menjadi tulang punggung pengumpulan dana yang kemudian dialihkan untuk pemugaran kawasan kelahiran Buya Hamka.
Menurut catatan penyelenggara, restorasi kawasan tersebut membutuhkan anggaran awal sekitar Rp1,5 miliar. Dana hasil fun run diarahkan pada pembangunan fasilitas penunjang di lokasi terkait agar kawasan bersejarah itu lebih layak dikunjungi dan dirawat secara berkelanjutan.
Kolaborasi dengan Lembaga Wakaf MUI
CEO sekaligus Founder Shiratha, Aan Yugiastomo, menekankan pentingnya kerja sama dengan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW MUI) serta MUI. Ia menilai kolaborasi itu mampu menarik minat warga dan membuka ruang tema sosial yang lebih beragam di masa mendatang.
Aan berharap format serupa terus digelar, termasuk mengangkat tokoh-tokoh yang berperan dalam sejarah MUI dan restorasi kampung Buya Hamka. Pendekatan itu, kata dia, dapat menjaga antusiasme masyarakat agar tetap tinggi pada program wakaf dan kepedulian sosial berbasis komunitas.
Pengenalan aplikasi layanan umrah
Selain lintasan lari amal, Shiratha memanfaatkan momen tersebut untuk memperkenalkan aplikasi terbarunya. Aplikasi itu dirancang memudahkan masyarakat mengakses layanan perjalanan ibadah umrah secara lebih praktis. Perpaduan antara kegiatan sosial dan edukasi layanan digital menjadi ciri khas acara di GBK hari itu.
Kehadiran fitur digital ini dinilai sejalan dengan upaya mendekatkan layanan keagamaan kepada pengguna modern tanpa menghilangkan semangat gotong royong yang menjadi inti fun run. Penyelenggara menempatkan teknologi sebagai pelengkap, bukan pengganti, niat beramal peserta.
Makna restorasi bagi publik luas
Restorasi Kampung Buya Hamka bukan sekadar proyek fisik. Kawasan kelahiran ulama dan sastrawan terkenal itu menyimpan nilai edukasi sejarah Islam Indonesia. Fasilitas penunjang yang dibangun dari dana partisipasi diharapkan memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang belajar dan ziarah budaya.
- Lokasi acara: Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat
- Waktu: Minggu, 13 September 2026
- Perkiraan peserta: sekitar 600 orang
- Estimasi kebutuhan awal restorasi: sekitar Rp1,5 miliar
- Mitra: Lembaga Wakaf MUI dan MUI
Bagi komunitas di Kalimantan Timur, termasuk warga Tanjung Redeb yang aktif pada kegiatan keagamaan dan sosial, model penggalangan lewat olahraga amal bisa menjadi inspirasi format kegiatan serupa di tingkat lokal, tanpa mengurangi fokus pada fakta bahwa gelaran ini berlangsung di ibu kota.
Harapan rangkaian program lanjutan
Aan Yugiastomo menyinggung bahwa fun run ini diharapkan menjadi pembuka rangkaian acara sosial dengan tema yang lebih bervariasi. Sinergi bersama LW MUI dan MUI disebut sebagai jalan agar program restorasi dan edukasi tokoh nasional terus mendapat dukungan publik.
Dengan penyaluran dana yang jelas ke fasilitas penunjang di kawasan kelahiran Buya Hamka, penyelenggara ingin memastikan setiap partisipasi peserta berdampak nyata. Transparansi tujuan dan kolaborasi kelembagaan menjadi pesan utama yang dibawa Shiratha dari lintasan GBK kepada masyarakat luas.
Kegiatan Charity Fun Run for Buya Hamka memperlihatkan bahwa olahraga rekreasi dapat bersanding dengan agenda pelestarian sejarah dan layanan ibadah. Semangat itu yang ingin dijaga melalui kerja sama berkelanjutan antara inisiator swasta, lembaga wakaf, dan publik yang peduli.
Sumber: Sindo News.
