BERAU
Indeks
Ekonomi

PTK Perkuat Layanan Kapal End-to-End lewat Budaya Kerja SIAP

Penguatan bisnis maritim PTK kembali menjadi sorotan setelah PT Pertamina Trans Kontinental menegaskan penerapan prinsip SIAP di seluruh rantai layanan kapal. Langkah ini ditujukan agar jasa kepelabuhanan untuk armada captive maupun non-captive tetap kompetitif, terukur, dan mudah diakses pelanggan di berbagai wilayah, termasuk kawasan timur Indonesia yang bergantung pada logistik laut.

Bagi pembaca di Tanjung Redeb dan sekitarnya, isu ini relevan karena lalu lintas barang serta energi di Kalimantan Timur sangat bergantung pada kelancaran operasional pelabuhan dan penunjang kapal. Standar layanan yang konsisten di tingkat nasional berpotensi menopang ketepatan jadwal dan efisiensi biaya angkut tanpa mengubah fakta operasional setempat yang belum diumumkan secara khusus.

Latar 57 Tahun dan Arah Layanan Terintegrasi

Perusahaan mencatat perjalanan panjang sekitar 57 tahun dalam menyediakan jasa maritim. Pengalaman itu dijadikan fondasi untuk merapikan portofolio layanan agar bersifat end-to-end: mulai kedatangan kapal, keagenan, pandu dan tunda, hingga kebutuhan operasional di alur pelayaran.

Direktur Utama PTK, Harris Abdi Sembiring Meliala, menekankan bahwa posisi PTK di industri maritim kepelabuhan menuntut kemampuan memberi jawaban utuh atas kebutuhan pelanggan. Pendekatan tersebut diringkas dalam prinsip Solutive agar setiap titik kontak layanan terhubung dan tidak terpisah-pisah.

Makna Empat Pilar SIAP bagi Operasional

SIAP merujuk pada Solutive, Integrity, Adaptive, dan Proven. Solutive menuntut solusi menyeluruh. Integrity menempatkan tata kelola dan profesionalisme sebagai syarat layanan optimal. Adaptive mengarahkan organisasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pasar maupun kondisi lapangan. Proven menegaskan bahwa keandalan harus terbukti lewat rekam jejak, bukan sekadar janji pemasaran.

Keempat unsur itu disusun agar operational excellence terasa di sisi pelanggan. Artinya, mutu layanan diharapkan stabil, prosedur lebih rapi, dan daya saing perusahaan terangkat di tengah persaingan jasa maritim yang semakin ketat.

Dukungan Pemegang Saham dan Subholding IML

Saptiadi Nugraha, Direktur Sumber Daya Manusia dan Penunjang Bisnis PT Pertamina International Shipping sekaligus pemegang saham mayoritas PTK, menyatakan komitmen Subholding Integrated Marine Logistics (IML) untuk menopang penguatan bisnis anak usaha tersebut. Dukungan diarahkan pada layanan marine dan logistik yang andal, terintegrasi, serta berorientasi keberlanjutan.

Sinergi dengan subholding dipandang penting agar standar keselamatan, ketersediaan aset, dan koordinasi antarunit berjalan selaras. Dengan begitu, PTK tidak hanya mengandalkan pengalaman internal, tetapi juga jejaring logistik yang lebih luas di dalam grup.

  • Solutive: layanan ujung ke ujung untuk kebutuhan kapal
  • Integrity: tata kelola dan profesionalisme kepada pelanggan
  • Adaptive: respons terhadap perubahan pasar dan operasi
  • Proven: keandalan berbasis pengalaman bertahun-tahun

Implikasi bagi Daya Saing dan Rantai Pasok Laut

Penerapan prinsip SIAP diposisikan sebagai strategi mutu, bukan sekadar slogan internal. Bila dijalankan konsisten, pelanggan captive dan non-captive berpeluang memperoleh kepastian proses mulai dari agensi hingga dukungan manuver kapal. Hal itu beririsan dengan kebutuhan industri yang menuntut jadwal ketat dan biaya yang terkendali.

Di koridor Kalimantan, termasuk akses menuju pelabuhan-pelabuhan yang melayani hinterland Berau, keandalan jasa penunjang kapal tetap menjadi salah satu variabel kelancaran distribusi. Tanpa mengklaim program lokal yang tidak diumumkan, penguatan standar nasional seperti ini tetap menjadi rujukan pelaku usaha yang memantau kualitas layanan maritim.

Ke depan, konsistensi penerapan SIAP akan diuji pada kecepatan respons lapangan, transparansi tata kelola, dan kemampuan beradaptasi saat pola perdagangan atau cuaca operasional berubah. Rekam jejak 57 tahun menjadi modal, sementara integrasi dengan IML menjadi penopang agar layanan tetap relevan dan terukur.

Sumber: Sindo News.

Tag: Pertamina Trans Kontinental, bisnis maritim, prinsip SIAP, logistik laut, kepelabuhanan, Kaltim, layanan kapal, IML Pertamina